Diranah musik Indonesia terutama aliran indie, Nama band Mocca cukup dikenal oleh khalayak masyarakat. Memiliki sejumlah hits yang terkenal (Beberapa menjadi soundtrack film seperti Catatan Akhir Sekolah dan Untuk Rena) membuat Mocca memiliki jumlah penggemar yang banyak dan terkenal loyal. Band beraliran Pop Indie asal Bandung ini pada Juli 2011 memutuskan untuk rehat dan membuat “Konser Perpisahan” yang tentu saja membuat para Swinging Friends (Julukan untuk penggemar Mocca) merasa sedih. Dalam masa rehat Mocca, Film dokumenter berjudul “A Documentary of Mocca : Life Keeps on Turning“ serasa sebagai penawar rindu para fans akan band kesayangan mereka.
“A Documentary of Mocca : Life Keeps on Turning“ berkisah mengenai momen-momen terakhir Mocca sebelum memutuskan untuk Vacum manggung bersama dikarenakan keputusan Arina sang vokalis untuk melepas masa lajangnya dengan pria asal Amerika Serikat bernama Chris Miller yang otomatis membuat Arina mengikuti suaminya ke negeri paman Sam. Film dokumenter yang lebih terlihat seperti concert documentary atau lebih dikenal dengan istilah rockumentary ini menggabungkan footage-footage dari beberapa penampilan penampilan band yang terdiri dari Arina Ephipania (vokal dan flute), Riko Prayitno (gitar), Ahmad Pratama atau Toma (bass) dan Indra Massad (drum ) pada konser perpisahan mereka di Jakarta dan “Secret Gigs” di ITENAS BANDUNG tempat dimana awal mereka “disatukan” .
